Tag: 2025 Prompts

  • 2025: Awal Perjalanan Menuju Diri yang Lebih Baik

    2025: Awal Perjalanan Menuju Diri yang Lebih Baik

    to do: slow down often, count your blessings, be kind to your heart, believe in new beginnings.

    Setiap tahun adalah awal yang baru bagi saya. Untuk mengawali 2025, saya memulainya dengan menulis blog―salah satu goal yang ingin saya penuhi tahun ini. Sejujurnya, menulis bukanlah sesuatu yang baru buat saya. Saya pernah mencoba menulis beberapa kali, di blog pribadi maupun di platform Medium. Hanya saja, kali ini saya ingin membuatnya menjadi sebuah kebiasaan, sesuatu yang konsisten dan saya lakukan terus-menerus. Blog ini hadir untuk memulai perjalanan kepenulisan saya dari awal lagi.

    Saya menulis ini pada hari ke-19 di 2025―tak apa sedikit terlambat. Sering kali, saya bingung harus memulai sesuatu dari mana, tapi saya tahu apa yang harus saya lakukan kali ini: menanyakan sesuatu pada diri saya sendiri, “Apa, sih, sebenarnya yang ingin saya capai di tahun ini? ” Untuk itu, saya mencari daftar pendek (list) pertanyaan di Pinterest dan menemukan gambar bertajuk “Setting Goals for the New Year” (diunggah oleh Merriman Designs di sini), berisi sepuluh pertanyaan untuk menentukan tujuan tahunan. Tulisan pertama saya ini akan menjawab semua pertanyaan tersebut, dengan harapan dapat saya ulas kembali pada akhir tahun nanti.

    Pertanyaan pertama: Apa keterampilan (skill) baru yang ingin saya pelajari tahun ini?

    Menulis. Saya ingin belajar menulis, baik ilmiah maupun non-ilmiah. Saya sangat berharap tahun ini saya bisa memublikasikan artikel di blog maupun di jurnal ilmiah, tanpa mengesampingkan kualitas atau kedalaman dari tulisan saya. Selain menulis, saya juga ingin belajar komunikasi, khususnya komunikasi nonverbal. Jika ada kesempatan, saya ingin belajar Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) tahun ini.

    Pertanyaan kedua: Apa satu tujuan yang ingin saya capai pada akhir tahun?

    Pertanyaan ini sulit, ya, ternyata. Tentu saya punya beberapa tujuan. Namun, jika hanya boleh memilih satu prioritas tujuan, saya harus memikirkan ulang semua tujuan saya. Setelah dipikirkan…

    Tujuan saya tahun ini adalah menjadi versi terbaik dari diri saya. Kedengarannya muluk-muluk, tapi itulah yang sebenarnya ingin saya capai. Saya ingin mengoptimalkan potensi dan waktu yang saya miliki di tahun ini untuk menjadi lebih baik dan lebih baik lagi.

    Pertanyaan ketiga: Apa tiga hal yang dapat saya lakukan untuk menjadi lebih terorganisasi?

    (1) Journaling: tahun ini saya membuat agenda harian dan bulanan di jurnal saya. Sejauh ini, saya mulai terbiasa untuk merencanakan kegiatan harian saya di jurnal, tetapi tetap saja ada hari-hari inkonsisten. Saya akan berusaha membiasakan diri untuk journaling sepanjang tahun.

    (2) Budgeting: oh, manajemen keuangan saya buruk sekali. Saya masih sangat impulsif dan membeli benda-benda yang tidak saya butuhkan (termasuk buku baru–karena saya punya lebih dari seratus buku yang belum dibaca di rak). Saya pikir, saya perlu budgeting untuk hidup yang lebih mindful dan bisa menabung.

    (3) Beres-beres: kamar saya sering kali berantakan. Ternyata, rumah yang berantakan bisa menyebabkan stres dan kecemasan (baca di sini). Bagi saya, ini lingkaran setan. Saya stres karena rumah dan kamar saya berantakan, lalu rumah dan kamar saya akan selalu berantakan karena saya stres dan overwhelmed untuk membereskannya. Sebenarnya ada PRT, tapi kamar saya adalah urusan saya sendiri. Mungkin sudah saatnya untuk menjadwalkan sesi decluttering bulanan.

    Pertanyaan keempat: Bagaimana saya dapat meningkatkan kesehatan fisik saya tahun ini?

    Makan makanan sehat dan berolahraga. Saya sudah mencoba beberapa resep makanan sehat dan rasanya lumayan enak. Hanya saja, sejauh ini saya masih mencari variasi menu, karena saya mudah bosan dengan menu yang itu-itu saja. Saya juga sedang membiasakan diri jalan kaki setidaknya 30 menit dengan treadmill. Saya sempat mencoba menaikkan waktunya menjadi 45 menit, tetapi saya merasa jenuh dan terus-terusan melihat timer―ingin treadmill-nya cepat selesai. Untuk sekarang, sepertinya 30 menit saja sudah cukup. Akan saya tingkatkan intensitasnya secara bertahap.

    Pertanyaan kelima: area kehidupan manakah yang paling ingin saya fokuskan tahun ini?

    Ada dua yang utama, yaitu fisik dan hubungan. Fisik saya saat ini sangat kurang mumpuni untuk berbagai aktivitas (karena saya obesitas) dan saya ingin bisa bergerak dengan bebas. Pun secara penampilan, saya ingin ‘nyaman’ dilihat. Kemudian, saya ingin membuat hubungan yang lebih baik dan tentunya hubungan yang sehat dengan orang-orang di sekitar saya―keluarga, pacar, dan sahabat. Sudah terlalu banyak waktu yang saya habiskan sendirian (walaupun saya juga tidak kesepian), jadi saya ingin menjadikan ini tahun yang memorable bersama orang-orang terdekat. Saya juga berniat untuk bergabung dalam suatu komunitas di tahun ini.

    Pertanyaan keenam: apa tujuan keuangan saya untuk tahun baru?

    Lagi, bisa menabung dan punya tabungan. Saya belum punya pekerjaan karena masih melanjutkan studi, jadi sepenuhnya mengandalkan uang jajan dari orang tua. Saya sangat berharap bisa mendapatkan pekerjaan sampingan (freelance) atau pekerjaan remote untuk menghasilkan uang sendiri. Meskipun saya selalu diberikan uang jajan, tahun ini saya ingin lebih mindful dalam mengeluarkan uang tersebut (walaupun 19 hari pertama ini saya sangaaat boros) dan mengurangi konsumerisme.

    Pertanyaan ketujuh: petualangan apa yang ingin saya jalani tahun ini?

    Saya ingin mencoba solo traveling, ke mana pun, yang penting sendirian. Kontradiksi dengan aspek kehidupan yang ingin saya fokuskan tahun ini (hubungan), tapi saya sangat ingin melakukan perjalanan sendirian―untuk mengetahui bagaimana saya bisa mengambil keputusan saat saya memiliki kebebasan di luar zona nyaman.

    Pertanyaan kedelapan, bagaimana perasaan saya terhadap diri saya sendiri di akhir tahun?

    Saya ingin merasa bangga pada diri saya sendiri atas apa yang saya lalui di tahun ini. Saya ingin melihat diri saya yang berkembang, menjadi lebih dewasa dalam setiap tahap yang dilalui.

    Pertanyaan kesembilan, apa satu tujuan hubungan yang saya miliki?

    Ah, ternyata ada pertanyaan ini. Lagi-lagi sudah terjawab di pertanyaan kelima: hubungan yang lebih baik dan sehat dengan orang-orang di sekitar saya―keluarga, pacar, dan sahabat. Saya ingin melihat keindahan dalam hubungan. Mengutip satu buku yang selesai saya baca tahun ini, “Conversations on Love” oleh Natasha Lunn,

    Kita pikir kebahagiaan akan datang pada kita, saat sebenarnya kita perlu berhenti dan mencari di sekitar supaya bisa melihat bahwa sebenarnya kebahagiaan sudah ada di sana. (264)

    Pertanyaan kesepuluh (terakhir), bagaimana saya bisa membuat lingkungan rumah saya lebih inspiratif?

    Dengan membereskannya. Rumah yang inspiratif bagi saya adalah rumah yang nyaman dan bersih; rumah yang memberikan ruang untuk mengambil nafas sejenak dan berpikir sebelum melakukan sesuatu yang lebih besar. Dengan rumah yang nyaman, saya yakin bisa mencapai semua tujuan saya di akhir tahun ini.

    Begitulah tanya jawab yang saya lakukan dengan diri saya sendiri. Ada goals lainnya seperti membaca 50 buku dan menonton 75 film, tapi saya tidak ingin memperincinya di sini. Mungkin, dengan membaca tulisan ini, kamu bisa lebih mengenal saya dan saya pun bisa lebih mengenal diri saya sendiri. Saya akan kembali lagi ke tulisan ini pada penghujung tahun, menelaah apa yang sudah saya lakukan tahun ini dan melihat apakah sesuai dengan tujuan yang ingin saya capai, lalu menulis kembali di blog ini.

    Salam kenal dan selamat menjalani 2025.

    Nonania